Cara Investasi Saham Bagi Pemula

Cara Membeli Saham - Saham merupakan instrumen investasi yang memiliki potensi keuntungan yang besar di bandingkan instrumen lainnya. Tetapi berbicara bisnis bukan hanya keuntungan, tetapi juga kerugian. Saham juga memiliki risiko yang besar.
cara membeli saham
gambar oleh Deedster pada Pixabay
Ketika kita membeli sebuah saham, bukan berarti kita sudah memiliki aset yang akan mendatangkan uang dari saham tersebut. Nilai saham yang kita beli bisa saja turun, sehingga kita akan mengalami kerugian apabila menjual kembali saham yang kita miliki. Bahkan kita bisa kehilangan nilai investasi jika saham yang kita miliki di-delisting (di blacklist dari bursa alias tidak lagi diperdagangkan di bursa).

Maka dari itu bagi kamu yang masih awam di dunia saham, sebaiknya jangan dulu grasa-grusu dalam berinvestasi tanpa melakukan evaluasi terhadap saham yang akan kamu beli. Ingat, investasi bukan hanya berbicara keuntungan, tetapi juga kerugian. Tapi tak perluh khawatir, pada kesempatan ini, saya akan memandu Anda dalam berinvestasi saham yang baik dan benar.

Panduan Investasi Saham Bagi Pemula

Seperti yang saya katakan diatas, bahwa risiko dalam berinvestasi saham sangat besar. Untuk itu, di perlukan kiat-kiat guna meminimalisir kerugian dalam bisnis investasi saham. Jadi sebelum kita melangkah lebih jauh dalam memulai berinvestasi, simak terlebih dahulu panduan berikut ini dalam membeli saham.

Memulai dengan modal yang kecil

Teori saja tidak akan mengubah apapun, hanya dengan praktik kamu akan mendapatkan hasil yang nyata. Karena kamu masih awam dalam investasi, memulai dengan modal kecil sama halnya dengan mengikuti pelatihan berbayar, berlatih untuk mengasah kemampuan Anda dalam berinvestasi. 

Apabila kamu mengalami kerugian, maka dalam hal psikologis: Kamu masih bisa menolerir kerugian. Jadi mulai lah dengan modal yang kecil. Nanti setelah kamu sudah cukup berpengalaman, silahkan berinvestasi dengan jumlah modal yang besar guna mendapatkan keuntungan yang lebih besar pula.

Fokus pada jangka panjang

Dalam investasi saham, kamu punya pilihan menjadi trader dengan menjadikan saham sebagai perdagangan. Dalam dunia bisnis, ini di kenal dengan spekulasi dan investasi jangka pendek. Biasanya trader akan menjual saham yang sudah dibeli dengan renggang waktu yang relatif singkat, misalnya saham di beli pagi hari dan dijual kembali pada malam hari. Tetapi dalam spekulasi di perlukan analisis yang mendalam. Karena kamu masih pemula, maka fokuslah pada investasi jangka panjang. 

Melakukan analisis dan review portofolio secara berkala

Salah satu faktor utama yang menyebabkan bangkrutnya investor adalah tidak melakukan analisis dan review portofolio secara berkala. Dengan analisis dan review portofolio kamu bisa meminimalisir kerugian ketika saham yang kamu miliki tidak bekerja dengan baik, misalnya produknya tidak laku di pasar, merugi dan sebagainya. Apabila ini terjadi, maka sebaiknya menggantinya dengan saham lain yang lebih baik.

Analisa sentimen pasar

Sentimen pasar sering mempengaruhi turun naiknya harga sebuah saham. Sentimen ini sendiri muncul karena pengaruh berbagai macam trend dan kebijakan. Misalnya, kebijakan suku bunga acuan, inflasi,  kebijakan pemerintah, kurs Rupiah terhadap mata uang lain, indeks harga saham regional, bahkan pengaruh kebijakan dari bank sentral Amerika Serikat. 

Jadi kamu harus lihai dalam melihat sentimen pasar. Bila sentimen pasar berpotensi mempengaruhi saham yang kamu miliki, baiknya kamu harus segera mengambil kebijakan untuk menyelamatkan nilai saham tersebut, misalnya menjual saham sesegera mungkin apabila sentimen pasar berpotensi merugikan, dan mempertahankan saham apabila menguntungkan.

Cara membeli saham

Nah, setelah memahami kiat-kiat dalam berinvestasi saham. Mari kita lanjut bagaimana cara membeli saham berikut ini.

1. Membuka Rekening Efek

Untuk pembukaan rekening efek bukan di kantor cabang bank biasa tempat kamu menabung, melainkan ke kantor perusahaan sekuritas atau broker. 

Kamu juga bisa mendaftar melalui situs resmi dari salah satu perusahaan sekuritas secara onilne. 

Setelah kamu mengisi form pendaftaran secara online, maka perusahaan sekuritas tempat kamu mendaftar akan mengirim kembali form untuk di tanda tangani. Kemudian kamu harus mengirim kembali form tersebut ke alamat perusahaan sekuritas untuk di verfifikasi. 

Nah, untuk persyaratan yang akan kamu lampirkan adalah sebagai berikut:
  1. Fc Kartu identias  (KTP atau Paspor)
  2. Fc Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP
  3. Fc buku tabungan
  4. Fc Kartu keluarga
  5. Materai 6 ribu
Baca juga: Penjelasan ringkas seputar forex
Demi keamanan dalam berinvestasi, pastikan kamu mendaftar ke perusahaan sekuritas yang di awasi oleh OJK. Misalnya, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Panin Sekuritas, dll. Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi situs OJK langsung. 

2. Top Up Dana

Sama seperti membuka rekening tabungan di bank, untuk mengaktifkan rekening saham atau rekening efek akan di mintai setoran dana. Persyaratan besar setoran bervariasi tergantung kebijakan masing-masing perusahaan sekuritas. Biasanya sih minimal 5 juta.

Setelah kamu menyetor dana, maka kamu akan diberi login ID dan pin untuk mengakses aplikasi yang digunakan untuk membeli saham.

3. Aplikasi Untuk Membeli Saham

Aplikasi trading saham bisa kamu download melalui situs resmi perusahaan sekuritas tempat kamu mendaftar. Selain itu, aplikasi ini juga bisa kamu download di google playstore atau iStore. 

Jika kamu masih bingung cara menggunakan aplikasi trading saham. Kamu bisa melihat panduan di situs perusahaan-perusahaan sekuritas, karena biasanya perusahaan sekuritas menyediakan panduan menggunakan aplikasi yang di muat pada halaman web mereka. 

Selain itu, kamu juga bisa mendatangi kantor perusahaan sekuritas dan meminta bantuan kepada customer care untuk mengajari kamu cara menggunakan aplikasi tersebut.

4. Membeli Saham

Seperti yang saya sebutkan di atas, dalam berinvestasi saham jauh lebih baik untuk jangka panjang. Maka dari itu, saya sarankan untuk mempertimbangkan membeli saham blue chip atau saham dari perusahaan yang memiliki pondasi yang kokoh dan labahnya stabil. Sebagai contoh saham blue chip adalah Bank Mandiri, Astra, Gudang Garam dan perusahaan besar lainnya.
saham blue chip
Untuk pembelian saham hanya biasa dilakukan pada saat bursa saham dibuka, yaitu hari senin-jumat jam 09.00 hingga 12.00 untuk sesi pertama dan pada 13.30 hingga 16.15 untuk sesi kedua. Kamu bisa melihat harga saham per lembarnya pada aplikasi. Untuk membelinya, klik buy kemudian masukkan jumlah lot yang akan kamu beli.
Baca juga: Jenis-jenis dan cara menghitung obligasi
Ketika kamu memutuskan untuk membeli saham perusahaan A, maka kamu bakal diminta untuk memasukkan kode pin terlebih dahulu. Setelah transaksi berhasil, maka bakal ada notifikasi yang muncul kalau kamu sudah punya saham di perusahaan tersebut.

Penutup
Sebenarnya investasi saham itu sangat mudah, tidak ada rahasia di dalamnya. Ketika kamu ingin membeli saham, di perlukan analisa yang tepat apakah nilai saham tersebut berpotensi memberikan keuntungan atau tidak. Bila kamu sudah memiliki saham, kamu hanya di tuntut untuk fokus terhadap pergerakan saham yang kamu miliki. Apabila berpotensi merugi, tidak ada pilihan selain menjual sebelum saham tersebut benar-benar anjlok. 
BERIKAN KOMENTAR ()