GitHub vs GitLab - Mana yang Lebih Baik untuk Proyek Open Source?

Saat ini, layanan manajemen repositori - seperti GitHub dan GitLab - merupakan aspek penting dalam keberhasilan pengembangan perangkat lunak, baik secara individu maupun secara kolaboratif. Tanpa layanan ini, akan sulit untuk mengelola perubahan pada proyek-proyek open source sembari memastikan efisiensi yang dipertahankan seiring perkembangan yang berkelanjutan.

Misalnya, Asitaka mengandalkan GitHub untuk melacak perubahan kode sumber dan berkolaborasi dengan pengembang lain. Anda dapat menonton dan belajar dari salah satu proyeknya di mana ia membuat aplikasi Android sederhana seperti Instagram di Kotlin di sini.

Dalam memilih layanan manajemen kode terbaik untuk proyek open source, Developer biasanya membandingkan antara dua platform yang populer: GitHub dan GitLab. Oleh karena itu saya akan mencoba mengevaluasi kedua platform untuk membantu Anda memutuskan yang terbaik untuk proyek Anda.

Apa itu GitHub?

apa itu github
Seperti yang mungkin Anda ketahui, GitHub diluncurkan pada tahun 2008, yang merupakan platform manajemen repositori berbasis git yang paling populer. Meskipun GitHub mendukung hosting kode Open Source, namun itu tidak sepenuhnya open source.

Pada Juni 2008, GitHub melaporkan memiliki lebih dari 28 juta pengguna dan 85 juta repositori kode. Namu, pada Juni 2008, Microsoft mengirimkan gelombang kejutan pada lingkaran pengembang ketika mengumumkan akan mengakuisisi GitHub sebesar $ 7,5 miliar. Beberapa pengembang memilih untuk mundur karena mereka berpikir bahwa raksasa teknologi itu tidak akan mempertahankan etos pertama-Developer GitHub.

Proyek pada platform ini tersedia untuk umum. Namun, jika ingin menjadikan proyek repositori pribadi, Anda memerlukan paket GitHub berbayar - yang dimulai dari $ 7 dan $ 9 per pengguna per bulan untuk masing-masing pengembang dan tim.

Apa itu GitLab?

apa itu gitlab?
GitLab, diluncurkan pada tahun 2011, adalah repositori git berbasis web yang mempunyai daya tarik bagi para penggemar proyek Open Source. Edisi Komunitas platform ini adalah Open soured yang memungkinkan pengembang untuk berkontribusi pada peningkatan fitur-fiturnya. Tidak seperti GitHub, GitLab menawarkan repositori pribadi gratis untuk proyek Open source. Namun, jika Anda ingin mengakses lebih banyak fungsi, Anda harus menggunakan versi berbayar, yang dimulai dari $ 4 per pengguna per bulan.

Ketika Microsoft mengumumkan akan mengakuisisi GitHub, sebagian besar para pengembang memindahkan proyek mereka ke Gitlab. Gitlab melaporkan peningkatan besar dalam jumlah repositori impor pada saat itu. Namun, CEO GitHub mengklaim bahwa hanya dalam jumlah kecil pengembang yang berpindah.

Perbandingan antara GitHub dan GitLab

Membandingkan GitHub dengan GitLab seperti membandingkan anak kembar, masing-masing terkait erat dengan sedikit variasi. Bahkan, jika Anda masuk ke situs web GitHub, Anda akan berpikir bahwa Anda sedang berada di GitLab. Selama bertahun-tahun, dua layanan manajemen repositori ini saling mengakusisi fitur terbaik satu sama lain dan diintegrasikan ke dalam platform mereka. Berikut adalah beberapa fitur dasar yang mereka bagikan:
  • Pull request
  • 3rd party integrations
  • Fork/clone repositories
  • Code review
  • Code snippets
  • Issue tracking
  • Advanced permission management
  • Markdown support 
Meskipun demikian, masih ada perbedaan antara repositori manajemen kode, sesuatu yang dapat membuat Anda lebih suka satu dari yang lain. Perbedaan utama menyangkut ke filsafat.

GitHub menekankan pada ketersediaan dan kinerja infrastrukturnya dan mendelegasikan fungsionalitas canggih lainnya ke alat pihak ketiga. Sebaliknya, GitLab berfokus dalam menyertakan semua fitur pada satu platform yang terintegrasi dengan baik.

Mengenai popularitas, GitHub lebih populer dibandingkan GitLab. GitLab memiliki lebih sedikit pengembang yang mendorong kode sumber terbuka ke platform, walauppun akuisisi GitHub baru-baru ini memberinya peningkatan. Selain itu, mengenai harga, GitHub lebih mahal, sesuatu yang membuatnya tidak cocok untuk pengguna dengan anggaran rendah.

Jadi, mana yang terbaik?
Memutuskan antara GitHub dan GitLab untuk proyek open source memanglah sulit, sama seperti sulit bagi orang asing untuk membedakan antara anak kembar. Namun, dengan sedikit penggalian yang mendalam, Anda dapat membuat keputusan yang baik. Misalnya, jika Anda bekerja dengan proyek open source besar yang melibatkan kolaborasi dengan beberapa pengembang, GitHub bisa menjadi pilihan terbaik Anda.

Anda akan menemukan komunitas besar di GitHub yang dapat membantu Anda menyelesaikan proyek Anda.

Di sisi lain, jika Anda mengerjakan proyek di mana harga menjadi masalah, dan kinerja tinggi tidak ditekankan, maka GitLab dapat membantu Anda menghemat biaya. Selain itu, jika Anda menginginkan platform yang benar-benar open source, maka GitLab bisa menjadi pilihan yang tepat untuk proyek Anda.

Juga, apakah Anda suka menggunakan alat pihak ketiga untuk Integrasi Berkelanjutan/Continuous Integration (CI) dan Pengiriman Berkelanjutan/Continuous Delivery (CD) di proyek sumber terbuka Anda? Atau, apakah Anda lebih suka alat bawaan yang tidak membutuhkan instalasi terpisah? Jika Anda suka menggunakan alat yang terintegrasi untuk keperluan CI dan CD, maka GitLab dapat melayani Anda dengan lebih baik; jika tidak, pilihlah GitHub.

Kesimpulan
Pada akhirnya, pilihan antara GitLab dan GitHub tergantung pada tujuan spesifik yang ingin Anda capai dengan proyek pemrograman open source Anda. Oleh karena itu, Anda harus hati-hati mengevaluasi harapan Anda dan mencari platform manajemen repositori yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
BERIKAN KOMENTAR ()